Talibunmerupakan pantun yang dalam setiap baitnya, terdiri atas jumlah baris yang genap, misalnya 6,8, atau 10 baris. Dalam sebuah talibun, terdapat ciri-ciri sebagai berikut: Jumlah baris harus lebih dari 4 baris dan genap, misalnya 6, 8, atau 10 baris dalam setiap bait. Jika satu bait terdiri atas 6 baris, maka tiga baris awal adalah
Parikan patang gatra bisa bebas ditulis dengan tema apapun, termasuk tema kesehatan. Parikan patang gatra yaiku unen-unen kang dumadi saka patang gatra (empat baris atau larik).. Artinya, parikan patang gatra adalah pantun bahasa Jawa yang terdiri atas empat baris. Pada parikan patang gatra, baris pertama dan kedua disebut dengan purwaka (sampiran), sementara baris ketiga dan
Talibunadalah pantun yang jumlah barisnya lebih dari 4 baris dan satu bait pantun talibun harus genap tiap barisnya, misalnya 6, 8, 10 dan seterusnya. , rima akhir pada talibun akan berbentuk a-b-c-a-b-c, a-b-c-d-a-b-c-d, dst. Pantun seperti itu disebut Talibun. Contoh teks talibun adalah sebagai berikut. a. Talibun dengan enam larik
x2m2Jz.