29 Ayat Al-Quran Tentang Malam Hari – Dikutip dari WikiPedia, Malam adalah waktu setelah matahari terbenam hingga matahari terbit. Malam juga dapat didefinisikan sebagai suatu masa waktu di mana sebuah tempat sedang berada pada posisi yang tidak berhadapan dengan matahari, dan oleh karenanya menjadi gelap. Pada saat belahan planet bumi sedang mengalami waktu malam hari ini, belahan lainnya akan mengalami waktu siang hari. Malam hari kadang-kadang didefinisikan sebagai waktu antara tenggelamnya Matahari di ufuk horizon sebelah barat sampai munculnya matahari di ufuk sebelah timur pada keesokan harinya. Baca Juga 21 Ayat Al-Quran Tentang Gelap Pada tulisan kali ini kita akan membahas mengenai ayat-ayat Al-Quran yang membicarakan tentang malam hari. Simak selengkapnya di bawah ini. 1 Dan Dialah yang menidurkan kamu di malam hari dan Dia mengetahui apa yang kamu kerjakan di siang hari, kemudian Dia membangunkan kamu pada siang hari untuk disempurnakan umurmu yang telah ditentukan, kemudian kepada Allah-lah kamu kembali, lalu Dia memberitahukan kepadamu apa yang dahulu kamu kerjakan. Al-An’aam 60 2 Katakanlah "Siapakah yang dapat memelihara kamu di waktu malam dan siang hari dari azab Allah Yang Maha Pemurah?" Sebenarnya mereka adalah orang-orang yang berpaling dari mengingati Tuhan mereka. Al-Anbiyaa’ 42 3 Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan isteri-isteri kamu; mereka adalah pakaian bagimu, dan kamupun adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwasanya kamu tidak dapat menahan nafsumu, karena itu Allah mengampuni kamu dan memberi ma'af kepadamu. Maka sekarang campurilah mereka dan ikutilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu, dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai datang malam, tetapi janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beri'tikaf dalam mesjid. Itulah larangan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, supaya mereka bertakwa. Al-Baqarah 187 4 Orang-orang yang menafkahkan hartanya di malam dan di siang hari secara tersembunyi dan terang-terangan, maka mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak pula mereka bersedih hati. Al-Baqarah 274 5 Adapun kaum 'Aad maka mereka telah dibinasakan dengan angin yang sangat dingin lagi amat kencang, yang Allah menimpakan angin itu kepada mereka selama tujuh malam dan delapan hari terus menerus; maka kamu lihat kaum 'Aad pada waktu itu mati bergelimpangan seakan-akan mereka tunggul pohon kurma yang telah kosong lapuk. Al-Haaqqah 6-7 6 Dan pada sebagian dari malam, maka sujudlah kepada-Nya dan bertasbihlah kepada-Nya pada bagian yang panjang di malam hari. Al-Insaan 26 7 Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda kebesaran Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Al-Israa’ 1 8 Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji. Al-Israa’ 79 9 bangunlah untuk sembahyang di malam hari, kecuali sedikit daripadanya, Al-Muzzammil 2 10 Katakanlah "Terangkanlah kepadaku, jika Allah menjadikan untukmu malam itu terus menerus sampai hari kiamat, siapakah Tuhan selain Allah yang akan mendatangkan sinar terang kepadamu? Maka apakah kamu tidak mendengar?" Al-Qashash 71 11 Katakanlah "Terangkanlah kepadaku, jika Allah menjadikan untukmu siang itu terus menerus sampai hari kiamat, siapakah Tuhan selain Allah yang akan mendatangkan malam kepadamu yang kamu beristirahat padanya? Maka apakah kamu tidak memperhatikan?" Al-Qashash 72 12 Dan karena rahmat-Nya, Dia jadikan untukmu malam dan siang, supaya kamu beristirahat pada malam itu dan supaya kamu mencari sebahagian dari karunia-Nya pada siang hari dan agar kamu bersyukur kepada-Nya. Al-Qashash 73 13 Mereka itu tidak sama; di antara Ahli Kitab itu ada golongan yang berlaku lurus, mereka membaca ayat-ayat Allah pada beberapa waktu di malam hari, sedang mereka juga bersujud sembahyang. Ali Imran 113 14 Sama saja bagi Tuhan, siapa diantaramu yang merahasiakan ucapannya, dan siapa yang berterus-terang dengan ucapan itu, dan siapa yang bersembunyi di malam hari dan yang berjalan menampakkan diri di siang hari. Ar-Ra’d 10 15 Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah tidurmu di waktu malam dan siang hari dan usahamu mencari sebagian dari karuniaNya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mendengarkan. Ar-Ruum 23 16 dan bertasbihlah kepada-Nya pada beberapa saat di malam hari dan di waktu terbenam bintang-bintang di waktu fajar. Ath-Thuur 49 17 Jika mereka menyombongkan diri, maka mereka malaikat yang di sisi Tuhanmu bertasbih kepada-Nya di malam dan siang hari, sedang mereka tidak jemu-jemu. Fushshilat 38 18 Dan bertasbihlah kamu kepada-Nya di malam hari dan setiap selesai sembahyang. Qaaf 40 19 Dan Kami jadikan antara mereka dan antara negeri-negeri yang Kami limpahkan berkat kepadanya, beberapa negeri yang berdekatan dan Kami tetapkan antara negeri-negeri itu jarak-jarak perjalanan. Berjalanlah kamu di kota-kota itu pada malam hari dan siang hari dengan dengan aman. Saba’ 18 20 Maka sabarlah kamu atas apa yang mereka katakan, dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu, sebelum terbit matahari dan sebelum terbenamnya dan bertasbih pulalah pada waktu-waktu di malam hari dan pada waktu-waktu di siang hari, supaya kamu merasa senang, Thaahaa 130 21 Katakanlah "Terangkan kepadaku, jika datang kepada kamu sekalian sikaaan-Nya di waktu malam atau di siang hari, apakah orang-orang yang berdosa itu meminta disegerakan juga?" Yunus 50 22 Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati kering-nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh terdapat tanda-tanda keesaan dan kebesaran Allah bagi kaum yang memikirkan. Al-Baqarah 164 23 Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya. Al-Anbiyaa’ 33 24 Katakanlah "Siapakah yang dapat memelihara kamu di waktu malam dan siang hari dari azab Allah Yang Maha Pemurah?" Sebenarnya mereka adalah orang-orang yang berpaling dari mengingati Tuhan mereka. Al-Anbiyaa’ 42 25 Dan Kami jadikan malam dan siang sebagai dua tanda, lalu Kami hapuskan tanda malam dan Kami jadikan tanda siang itu terang, agar kamu mencari kurnia dari Tuhanmu, dan supaya kamu mengetahui bilangan tahun-tahun dan perhitungan. Dan segala sesuatu telah Kami terangkan dengan jelas. Al-Israa’ 12 26 dan pada pergantian malam dan siang dan hujan yang diturunkan Allah dari langit lalu dihidupkan-Nya dengan air hujan itu bumi sesudah matinya; dan pada perkisaran angin terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berakal. Al-Jaatsiyah 5 27 Sesungguhnya Tuhanmu mengetahui bahwasanya kamu berdiri sembahyang kurang dari dua pertiga malam, atau seperdua malam atau sepertiganya dan demikian pula segolongan dari orang-orang yang bersama kamu. Dan Allah menetapkan ukuran malam dan siang. Allah mengetahui bahwa kamu sekali-kali tidak dapat menentukan batas-batas waktu-waktu itu, maka Dia memberi keringanan kepadamu, karena itu bacalah apa yang mudah bagimu dari Al-Quran. Dia mengetahui bahwa akan ada di antara kamu orang-orang yang sakit dan orang-orang yang berjalan di muka bumi mencari sebagian karunia Allah; dan orang-orang yang lain lagi berperang di jalan Allah, maka bacalah apa yang mudah bagimu dari Al Quran dan dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat dan berikanlah pinjaman kepada Allah pinjaman yang baik. Dan kebaikan apa saja yang kamu perbuat untuk dirimu niscaya kamu memperoleh balasannya di sisi Allah sebagai balasan yang paling baik dan yang paling besar pahalanya. Dan mohonlah ampunan kepada Allah; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Al-Muzzammil 20 28 Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, Ali Imran 190 29 Dan Dia menundukkan malam dan siang, matahari dan bulan untukmu. Dan bintang-bintang itu ditundukkan untukmu dengan perintah-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang memahami nya, An-Nahl 12 Itulah berbagai ayat Al-Quran yang membicarakan dan menyebutkan tentang malam hari. Semoga tulisan ini menambah pengetahuan dan wawasan kita seputar Al-Quran. Baca Juga 6 Ayat Al-Quran Tentang Hutang Diselesaikan pada 14 Shafar 1440 Hijriyah/24 Oktober 2018 Masehi.
ContohTeks Pidato Bahasa Arab Tentang Pendidikan Syair bahasa arab tentang ilmu dan terjemahannyaContoh teks pidato bahasa arab singkat dan artinya. Teks Pidato Bahasa Arab Singkat Dan Artinya 2017-12-07T00 Rating. Contoh Ceramah tentang Manfaat dan Keutamaan Sholat Tahajud Shalat tahajud merupaka shalat yang dilakukan di malam hari.Berbicara tentang masalah cinta tentu tidak hanya cinta antara laki-laki dan perempuan, tapi lebih luas dari itu, yakni menggapai wilayah; cinta ketuhanan, cinta kemanusiaan, yang diungkap secara luas dan cinta lahir sebagai sebuah realitas kehidupan, kehadirannya menjadikan sebuah gairah sekaligus permasalahan sebagaimana kehidupan itu sendiri. Cinta juga bisa menjadi kebajikan yang mewakili kebaikan manusia, kasih sayang, perhatian, kesetiaan dan kebaikan hati yang tidak mementingkan diri kesuciannya itu, tampaknya karya sastra baik berupa prosa, lakon, ataupun syair tentang cinta lebih memiliki banyak peminatnya. Ini merupakan sesuatu yang wajar, mengingat cinta seakan sudah menjadi konsumsi bagi semua golongan. Seperti yang ditunjukkan beberapa syair Arab berikut فَابْتِسَامَةٌ فَسَلَامٌ ۞ فَكَلَامٌ فَمَوْعِدٌ فَلِقَاءُ“Pandangan, senyuman, sapaan obrolan, kemudian pertemuan”فَفِرَاقٌ يَكُوْنُ فِيْهِ دَوَاءٌ ۞ أَوْ فِرَاقٌ يَكُوْنُ مِنْهُ الدَّاءُ“Hingga adanya perpisahan adalah penyembuh lara atau perpisahan sebagai penyakit yang menuai lara”.*****قَالَ لَهَا لَا تَبْتَسَمِي أَمَامَ أَحَدٍ“Laki-laki itu berkata kepada kekasihnya jangan senyum di depan siapa pun”فَقَالَتْ لِمَاذَا؟“Ia pun bertanya kenapa?”قَالَ أتَتَذَكَّرِيْنَ كَيْفَ وَقَعْتُ بِغَرَامِكَ“Laki-laki tersebut menjawab apa kamu ingat? Bagaimana aku jatuh cinta padamu?”.*****وَمَا كُنْت مِمَّنْ يُدْخِـلُ العِشْـقَ قَلْبَه“Engkau memang tak menaruh cinta di hati orang”وَلكِنْ مَنْ يُبْصِـرُ جُفُوْنَـك يَعْشِـق“Tetapi siapa saja yang melihat kelopak matamu akan jatuh cinta”أُغِرُّك مِنِّي أَنَّ حُبَّك قَاتَـلِي“Betapa cintamu yang mematikan itu telah membuatku terperdaya”وَأَنَّك مَهْمَا تَأَمُّري القَلْب يَفْعَـل“Hingga apa pun yang kau perintahkan pada hati ini akan dilakukannya”يهـواك ما عشت القلب فإن أمت“Hati ini akan tetap hidup jika pun aku mati”يَتَّبِعُ صداي صداك في الأقبـر“Gemaku akan membuntutimu dari dalam kubur”أَنْت النَّعِيْـم لِقَلْبِـي وَالعَذَاب لَه“Engkau adalah suatu kenikmatan, tetapi sekaligus siksa bagi hatiku”فَمَا أَمُرُّك فِي قَلْبِـيْ وَأَحْلَاك“Aku tak membolehkanmu mengabaikan rasa di hatiku”وَمَا عجبـي مَوْت المُحِبِّيْـن فِي الهَوَى“Begitu mengagumkannya para pecinta yang rela mati karena cinta”وَلكِنْ بَقَاءُ العَاشِقِيْـنَ عَجِـيْب“Akan tetapi, lebih mengagumkan lagi teguhnya perjuangan para pecinta”لَقَدْ دَبَّ الهَـوَى لَك فِي فُـؤَادِي“Cintaku padamu sungguh telah merasuk ke lubuk hatiku”دَبِيْبُ دَمِّ الحَيَـاة إِلَى عُرُوْقِـي“Darah kehidupan telah merayap ke pembuluh darahku”.Dalam kesusastraan Arab, tema cinta ternyata menduduki posisi sentral dalam tradisi-tradisi syair Arab. Hal ini tidak dipungkiri karena cinta merupakan emosi positif yang paling intens dan diinginkan oleh setiap juga Syair Arab tentang Rindu dan ArtinyaSelain membanggakan suku, kemenangan dalam suatu pertempuran, dan membesarkan nama-nama tokoh, masyarakat Arab yang terkenal dengan kemahirannya dibidang sastra juga memuja wanita dan orang-orang yang mereka cintai melalui syair-syair Arab. Seperti Imru al-Qays yang memuji keindahan Unaizah kekasihnya dalam bait syair di bawah iniفَلَمَّا أَجَزْنَا سَاحَةُ الحَيِّ وَانْتَحَى ۞ بِنَا بَطْنُ خَبْتٍ ذِى حِقَاقٍ عَقَنْقَلِ"Ketika kami berdua telah lewat dari perkampungan, dan sampai di tempat yang aman dari intaian orang kampung"هَصَرْتُ بِفَوْدَى رَأْسِهَا فَتَمَايَلَتْ ۞ عَلَيَّ هَضِيْمَ الكَشْحِ رَيَّا المُخَلْخَلِ"Maka kutarik kepalanya sehingga Ia Unaizah dapat melekatkan dirinya kepadaku seperti pohon yang lunak"مُهَفْهَفَةٌ بَيْضَاءُ غَيْرُ مُفَاضَةٍ ۞ تَرَائِبُهَا مَصْقُوْلَةٌ كَالسَّجَنْجَلِ"Wanita itu langsing, perutnya ramping dan dadanya putih bagaikan kaca"وَجِيْدٍ كَجِيْدِ الرِّئْمِ لَيْسَ بِفَاحِشٍ ۞ إِذَا هِيَ نَصَّتْهُ وَلَا بِمُعَطَّلٍ"Lehernya jenjang seperti lehernya kijang, jika dipanjangkan tidak bercacat sedikit pun, karena lehernya dipenuhi kalung permata"وَفَرْعٍ يَزِيْنُ المَتْنَ أَسْوَدَ فَاحِمٍ ۞ أَثِيْبٍ كَقَنْوِ النَّخْلَةِ المُتَعَثْكِلِ"Rambutnya yang panjang dan hitam bila terurai di bahunya bagaikan mayang kurma".Kekuatan cinta mampu mengantarkan banyak orang untuk melakukan hal apapun. Kekuatan yang dapat mendorong semangat perjuangan hidup dan keberhasilan yang cemerlang, juga dapat menghanyutkan hati manusia dalam kesedihan yang paling dalam hingga masalah kejiwaan karena dimabuk kepayang. Seperti yang digambarkan melalui syair Arab berikut ألمَّ فِيْهِ فَخِلْتُ شَفَائِي ۞ مِنْ صِبْوَتِي فتضاعفَتْ بُرَحَائِى"Sakit yang menyakitiku dan menghilangkan kesehatanku, merenggut sejak masa kecilku dan terus berlipat ganda seperjalanan hidupku"يَا للضَّعِيْفَيْن استَبَدَّا بِي وَمَا ۞ فِى الظُّلمِ مِثْل تَحْكُمُ الضُّعَفَاء"Wahai dua kelemahan yang menzalimi diriku, sungguh tiada kezaliman sebagaimana kesewenangan terhadap orang lemah"قَلْب أَصَبَتْهُ الصَّبَابَةَ وَالجَوى ۞ وَغِلَالةٌ رثت مِنَ الأَدْوَاءِ"Hatiku luluh leleh karena kehampaan dan kengerian dalam meratapi obat-obat"وَالرُّوحُ بَيْنَهُمَا نَسِيْم تنهُّد ۞ فِى حَالي التَّصْوِيب وَالصُّعَدَاءِ"Ruh di antara keduanya bagai angin semilir yang mengalir pelan, ketika diri ini berusaha menarik nafas panjang"وَالعَقْلُ كَالمِصْبَاحِ يغشَى نُوْرَهُ ۞ كَدَرِي وَيُضْعِفُهُ نُضُوبُ دِمَائِي"Akal bagai lentera yang diliputi oleh cahaya, namun kekeruhan yang kualami mengalirkan air mata darah".Baca juga Bait Syair Alfiyah tentang KehidupanSebagai penutup, berikut ini adalah puisi Arab tentang cinta karya Khalil Gibran 1883-1931 salah satu sastrawan Lebanon yang terkenal dan berhasil melukiskan cinta pada puisi-puisinya yang الحُبِّهَلُمِّي يَا مَحْبُوْبَتِي نَمْشِ بَيْنَ الطّلُوْلِ، فَقَدْ ذَابَت الثُّلُوْجِ، وَهَبَّتِ الحَيَاة مِنْ مَرَقدمهَا وَتَمَايلت فِى الأَوْدِيَةِ وَالمُنْحَدَرَاتِ. سِيْرِي مَعِي لنتتبع آثَلر أَقْدَم الرَّبِيْع فِى الحَفْلِ البَعِيْدِ. تَعَالى لِنَصْعد إِلَى أَعَالى الرُّبَى وَنَتَأَمَّل تموُّجَات اخْضَرَار السُّهُوْلِ حَوْلَهَاهَا قَدْ نَشر فَجْر الرَّبِيْع ثَوْبًا طَوَاهُ لَيْلٌ الشِّتَاء، فَكْتَسَبَتْ بِهِ أَشْجَار الخَوْخ والتُّفَّاح، فَظَهَرَتْ كَالعَرَائِسِ فِى لَيْلَةِ القَدَرِ، وَاسْتَيْقَظَتْ الكرُوْم وَتَعَانقتْ قُضْبَانهَا كَمَعَاشِرِ لِلْعشَاق وَجَرَتِ الجدَاول رَاقِصَة بَيْنَ الصُّخُوْرِ مُرَدِّدَة أَغْنِيَة الفَرح، وانْبثقت الأَزْهَار مِنْ قَلْب الظَّبِيْعَة انبثَاق الزَّبد مِنَ البَحْرِتَعَالِي لِنَشْرَب بقَايًا دُمُوْعِ المَطَرِ مِنْ كُؤُوْسِ النَّرْجس، وَنَملَاء نَفْسِيْنَا بِأغَانِي العَصَافِيْر المَسْرُوْرَة وَنَغْتَنم اسْتِنْشَاق عَطْر النّيمَاتلِنَجْلِس بِقرب تِلْكَ الصَّخْرَة حَيْثُ يَخْتَبِيء البَنَفْسَج وَنَتَبَادل قبلَات المَحَبَّةKehidupan CintaMarilah, Sayang, mari berjalan menjelajahi perbukitan, salju telah cair dan kehidupan telah terjaga dari lenanya dan kini mengembara menyusuri pegunungan serta lembah-lembah. Ayo kita ikuti jejak-jejak musim bunga yang melangkaui ladang-ladang nan jauh dan mendaki puncak perbukitan untuk menadah ilham dari atas ketinggian, di atas hamparan ngarai yang sejuk musim bunga telah mengeluarkan pakaiannya dari lipatan simpanan dan menyangkutnya di pohon pic dan sitrus dan mereka kelihatan bagaikan pengantin pada upacara tradisi malam Qadar. Sulur-sulur daun anggur saling berpelukan bagaikan kekasih. Air di kali pun lincah saling berlompatan menari ria di sela-sela bebatuan dan menyanyikan lagu riang. Dan bunga-bunga bermekaran dari jantung alam, laksana buih-buih bersemburan dari kalbu sayang meneguk sisa air mata di musim dingin, dari gelas kelopak bunga lili dan menenangkan jiwa dengan gerimis nada-nada curahan simfoni burung-burung yang berkicauan dan berkelana riang dalam bayu duduk di batu besar itu, tempat bunga violet berteduh dalam persembunyian dan meniru kemanisan mereka dalam pertukaran kasih dan rindu. Gibran, 1923
Dalamprakatanya Iqbal menulis bahwa Goethe telah menunjukkan perhatian kepada hal-hal Islami sejak muda. Syair Goethe, "Mohamet Gesang", yang ditulis tatkala ia sedang merencanakan sebuah drama tentang Muhammad pada 1772, mengilhami Iqbal sedemikian rupa sehingga mempersembahkan kepada pembacanya sebuah versi Persia dalam Payam-i Masyriq.- Rangkaian bait indah menyambut Ramadhan, inilah syair 'syahrul adzim syahru Ramadhan' dengan teks Arab, latin dan arti bulan agung bulan Ramadhan, lirik syair 'syahrul adzim syahru Ramadhan' ini berisi keistimewaan bulan Ramadhan yang telah diceritakan dari masa ke keistimewaan bulan Ramadhan yang disampaikan dalam syair 'syahrul adzim syahru Ramadhan' yaitu berlimpahnya ampunan, dibukanya pintu syurga dan ditutupnya pintu lirik syair 'syahrul adzim syahru Ramadhan' dengan teks Arab, latin dan artinya اَلشَّهْرُ الْعَظِيْمِ شَهْرُ رَمَضَانْ ٠ اَلشَّهْرُ الْكَرِيْمِ جَاءَ بِالْغُفْرَانْ Assyahrul a'dziimi syahru Ramadhan, assyahrul kariimi jaa-a bil ghufroon Bulan yang agung bulan Ramadhan bulan Mulia penuh ampunan جَاءَ فِى الْوَعْدِ اَنَّ لِلْفَرْحَانْ ٠ بِدُخُوْلِهِ وُجُوْبُ الْجِنَانْ Jaa-a fil wàdi anna lilfarhaan, bidukhuulihi wujuubul jinaan Siapa yang senang masuk Romadhon pastilah surga Allah janjikan فُتِحَتْ فِيْهِ اَبْوَابُ الْجِنَانْ ٠ كَذَا غُلِّقَتْ اَبْوَابُ الِنّيْرَانْ Futihat fiihi abwaabul jinaan, kadzaa ghulliqot abwaabun niiroon Bulan Ramadhan surga dibuka ditutup juga pintu neraka صُفِدَتْ فِيْهِ اَعْدَاءُ الرَّحْمٰنْ ٠ اَلشَّيَاطِيْنُ مُضِلُّو الْاِنْسَانْ Shufidat fiihi àdaa-ur rohmaan, assyaathiinu mudhillul insaan Terbelenggu lah para musuh Tuhan Itulah setan penyesat Insan نُزِلَ الْكِتَابُ يَوْمَ الْفُرْقَانْ ٠ كَمَا ذُكِرَتْ فِىْ اٰىِ الْفُرْقَانْ Nuzilal kitaabu yaumal furqoon, kamaa dzukirot fii aayil furqoon Diturunkan kitab bulan Ramadan yang disebutkan dalam Alquran ضُعِّفَتْ بِاللَّيْلَةِ ذَاتِ الشَّانْ ٠ لَيْلَةِ الْقَدْرِ اَعْمَالُ الْاِنْسَانْ Dhuii'fat billaylati dzaatisy syaan, laylatul qodri aàmaalul insaan Di lipat ganda amalan insan Di Malam Qadar anugerah Tuhan اَوَّلُ شَهْرِ رَحْمَةُ الرَّحْمٰنْ ٠ ثُمَّ غُفْرَانٌ وَعِتْقُ الِنّيْرَانْ Awwalu syahri rohmatur rohmaan, tsumma ghufroonun wa i'tsqun niiroon Rahmat di awal dan kemudian tahap Pengampunan Maghfiroh dan kemerdekaan i'tqun niiroon كُتِبَ الِصّيَامُ عَلَى ذِى الْاِيْمَانْ ٠ بِالْعَطْشِ وَالْجُوْعِ وَ حِفْظِ الِلّسَانْ Kutibash shiyaamu a'la dzil iimaan, bilathsyi wal juu-'i wa hifdzil lisaan Wajib puasa orang beriman haus lapar dan menjaga lisan فَصَلَاةُ اللهِ بِلَا نُقْصَانْ ٠ وَسَلَامُ رَبّىِ مَدَى الْاَزْمَانْ Fasholaatillaahi bilaa nuqshoon, wa salaamu rabbii madal azmaan Rahmat Allah Tak terkurangi Begitu juga sejarah terlebih عَلَى الْمُصْطَفٰى وَلَدِ الْعَدْنَانْ ٠ وَصَحَابِهِ هُمْ اَهْلُ الِرّضْوَانْ A'lal Mushthofaa waladil a'dnaan, wa shohaabihi hum ahlur ridhwaan Di atas Nabi sang cucu Adam dan sahabat yang ahli Ridwan اَلشَّهْرُ الْعَظِيْمِ شَهْرُ رَمَضَانْ ٠ اَلشَّهْرُ الْكَرِيْمِ جَاءَ بِالْغُفْرَانْ Assyahrul a'dziimi syahru Ramadhan, assyahrul kariimi jaa-a bil ghufroon Bulan yang agung bulan Ramadhan bulan Mulia penuh ampunan Itulah lirik syair 'syahrul adzim syahru Ramadhan' dengan teks Arab, latin dan artinya berisi ungkapan kemuliaan bulan Ramadhan.*** tW2S8p.